Selasa, 05 Januari 2010

Sejarah Kampung Sumber Alam

Pada mulanya milik keluarga besar dr. H Maskawan Mustofa. melihat sumber daya air panas yang melimpah ruah di Cipanas serta didorong oleh keinginan untuk berpartisipasi menyehatkan masyarakat, beliau kemudian mendirikan sebuah klinik fisioterapi. seiring dengan perkembangan waktu, berkembang pula fungsi klinik ini menjadi tempat periistirahatan bagi mereka yang berobat yang berasal dari luar kota. tanpa didasari pengetahuan pariwisata, beliau akhirnya menambah sarana kliniknya berupa beberapa buah kamar.

Ukun (Rahmat Syukur Maskawan) yang anak bungsu dari 12 bersaudara putra putri dr. H. Maskawan mustofa ini, menggabungkan keinginan ayahnya itu dengan dunia pariwisata. Dengan berbekal ilmu yang diperolehnya di Nasional Hotel Institut Bandung, di tahun 1975-1980 dan pengalaman di Holland American Cruises (2 tahun), ia bersama saudara-saudaranya meneruskan pembangunan penginapan yang telah dirintis ayahnya itu. pada permulaan di tahun 1981, Kampung Sumber Alam (dulu bernama " Hotel Sumber Alam Village") masih memiliki 18 buah kamar ukun memulainya dengan membenahi sumber daya manusia yang dimilikinya sehingga terbentuk sebuah tim kerja yang solid.

Ditahun 1984 dengan 18 buah kamar (10 kamar dan 8 bungalow) yang dimiliki, aktifitas di hotel ini meningkat pesat, sehingga Ukun merasa perlu untuk merekrut manajer yang profesional. seorang temannya yang sudah lama berkecimpung di PHRI dan berpengalaman kerja di Jerman ia meminta untuk menjadi manajer. pasca pembangunan kafetaria di tahun 1987 usaha jasa akomodasi telah berkembang menjadi 21 buah kamar (10 kamar dan 11 bungalow) serta rumah makan dan mengalami peningkatan yang cukup bagus dengan tingkat hunian kamar mencapai di atas 80%.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar